Seputar Indonesia

Beranda Seputar Indonesia

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang kini kita peringati sebagai hari pahlawan adalah satu peristiwa penting yang menunjukkan kepada kita bahwa Indonesia setelah proklamasi bukanlah Indonesia yang dulu. Indonesia setelah proklamasi adalah Indonesia yang tidak lagi Indonesia yang bersifat kedaerahan.

Indonesia setelah Proklamasi adalah Indonesia yang telah terikat kokoh dalam semangat satu nusa, satu bangsa, satu bahasa - Indonesia. Indonesia setelah proklamasi adalah Indonesia yang setiap jiwa dari Sabang sampai Merauke telah terbakar dalam semangat satu kesatuan kebangsaan, dalam satu kesatuan kenegaraan, satu kesatuan tekad, satu kesatuan ideologi dan satu kesatuan cita-cita sosial.

Perang terbesar sepanjang sejarah revolusi Indonesia yang menewaskan ribuan jiwa anak bangsa ini di Surabaya ini bahkan benar-benar membuat Inggris tercengang. Bagaimana tidak, Inggris yang kala itu menggempur Surabaya dari darat, laut dan udara dengan pasukan kelas dunia dan senjata modern yang dimilikinya terpaksa harus mengakui kekalahannya.

 

Inggris yang pada peristiwa itu harus kehilangan dua jenderal dan harus menghadapi perlawanan yang mereka sebut dengan neraka atau inferno Timur Jawa, membawa mereka pada kesimpulan yang ... Read more »

Category: Seputar Indonesia | Views: 197 | Added by: edy | Date: 10 November 2018 | Comments (0)

"Kita hanya melihat apa yang ingin kita lihat, mendengar apa yang ingin kita dengar"  ~Kecenderungan~

Terlebih-lebih di masa Pilpres ini, kelihatan sekali relevansi qoute di atas dengan realita yang kita lihat.

K
ita banyak melihat orang-orang aneh yang entah bagaimana semua hal tentang kandidat pilihannya tidak peduli itu baik apa baruk, yang jelas buat dia semua bagus semua benar.

Sebaliknya kalau udah soal kandidat yang bukan pilihannya, tidak peduli juga benar salahnya, pokoknya yang jelas buat dia yang ada jelek semua salah semua.

Ini sebenarnya masalah atau penyakit yang berbahaya menurut saya. Atau setidaknya ini harus dipandang sebagai kecendrungan yang buruk yang harus diluruskan.

Orang yang seperti ini tidak akan bisa adil dalam menilai. Yang dia lihat sebenarnya bukan realita; yang dia lihat hanya persepsi yang diproyeksikan ego atas pilihannya. Etika dan nilai-nilai sering kali juga menjadi tidak duduk pada tempatnya lagi kalau sudah begini.

Orang yang seperti ini juga tidak tertarik untuk menyeimbangkan data dan informasi yang dia pun

Category: Seputar Indonesia | Views: 251 | Added by: edy | Date: 15 October 2018 | Comments (0)

uCoz